Halaman

Aku Ada karena kau ada

Aku ada karena kau ada, meski senadainya aku tidak ada engkau akan selalu tetap ada. engkau ada tanpa harus aku ada dan tanpa harus ada aku. Setelah aku ada karena diadakan engkau, akupun menulis sesuatu yang aku anggap ada dalam kehidupan ini. yaitu "waktu semakin berlalu, hari tiada henti berlari menelusuri putaran bumi, masa tak pernah lupa menggoreskan cerita kisah dia disetiap detiknya. bersama itu akal selalu berputar tiada hentinya memikirkan fenomena alam semesta yang semakin menyiksa, ya menyiksa manusia yang tak sadarkan masa, dia lupa akan kewajiban seorang kholifah sebagaimana yang telah tercantum dalam sejarah dan catatan kitab suci, demi masa bahwa manusia berada dalam kerugian, hidup tiada arti, penuh keterpurukan, seakan tak ada lagi cahaya yang menyinarinya, hidup gelap menerkam kelam dalam kesendirian, semuanya melelahkan bahkan sampai terjatuh dalam lautan galau yang dalam.

mata telanjang acap kali memandang tarian-tarian mereka dengan porak-poranda, bersuka ria di atas tumpukan tipu daya, kasihan sekali mereka sampai tak kenal bahwa dirinya sedang dibinasakan dunia, mereka tak sadarkan dirinya berbahaya,mereka tampak bangga dengan dunia yang dimilikinya, padahal dunia baginya perangkap bertahta, yang akan membinasakannya. inilah kesaksian mata batin yang terpancar dari dalam jiwa yang tak tersentuh dosa.

dalam kesendirian, sunyinya malam itu melukiskan gambaran kehidupanku dimalam hari, bintang-bintang berkedip menyaksikan aku yang sedang tafakur dengan penuh penghayatan, hembusan angin malam terasa menusuk pori-poriku, angin malam mengisyaratkan padaku bahwa duni ini sepi, tiada teman yang abadi, semuanya akan kembali dengan waktu yang sangat singkat sekali."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar